Tentang Kami

Bergerak Bersama Untuk Tanah Air Indonesia

Menabung Air Foundation (MAF) merupakan yayasan nirlaba yang bergerak di bidang konservasi air dan ketahanan iklim di Indonesia. MAF menggabungkan aksi nyata penerapan lubang resapan biopori (LRB) dengan edukasi berkelanjutan untuk pemerintah, akademisi, masyarakat, dan swasta. Dengan jaringan relawan di lebih dari 16 kota di Indonesia, kami telah menerapkan ribuan lubang resapan biopori (LRB) yang menyelamatkan jutaan liter air tanah, sekaligus menciptakan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya konservasi air.

Play Video
Visi

Bergerak bersama menjaga ketersediaan air dari generasi ke generasi.

Misi

Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya konservasi air dan mendorong penerapan lubang resapan biopori (LRB) secara luas di lingkungan perkotaan dan pedesaan.

Goal

1 juta masyarakat Indonesia bergerak bersama Menabung Air

Sejarah & Tonggak Perjalanan

Awalnya gerakan ini diinisiasi oleh Maesa Group pada tahun 2017 berupa penerapan Lubang Resapan Biopori (LRB) di wilayah Ponorogo, Jawa Timur untuk meningkatkan resapan air tanah.

Pada tahun 2025, gerakan ini menjadi gerakan nasional dengan tersebarnya aksi relawan Menabung Air di 16+ kota di Indonesia. Menabung Air Foundation akan terus memperluas gerakannya di wilayah-wilayah terdampak banjir dan krisis air di Indonesia dengan peran serta dari pemerintah, akademisi, masyarakat, dan swasta.

Air itu dekat sekali dengan hidup kita. Tapi justru karena terlalu dekat, kita sering lupa menjaganya. Kita pakai semaunya, kita buang seenaknya. Baru ketika krisis datang melalui banjir atau kekeringan, kelangkaan, baru kita sadar bahwa air tidak bisa dianggap remeh.

Menabung Air lahir dari kesadaran itu. Gerakan ini punya dua pijakan utama.
Yang pertama: aksi nyata penerapan Lubang Resapan Biopori (LRB). Kita sebenarnya tidak kekurangan air. Tapi air hujan yang melimpah sering tidak terserap, hanya lewat di permukaan—jadi genangan, bahkan banjir. Melalui penerapan Lubang Resapan Biopori (LRB), kita ingin mengembalikan air ke tanah, menyimpannya, dan menjadikannya tabungan untuk masa depan anak cucu.
Yang kedua: edukasi dan komunikasi massal ke masyarakat. Karena penerapan LRB saja tidak cukup. Kalau pola hidup kita masih boros air, kalau kita tidak paham bagaimana menjaga air dalam keseharian, maka usaha fisik tidak akan berdampak besar. Kita harus bangun kesadaran bersama, bahwa air itu bukan hanya untuk hari ini, tapi harus dijaga lintas generasi.

Sebagai CEO Maesa Group—perusahaan yang hidup dari air, yang bergerak di bisnis es, saya percaya ini adalah bagian dari tanggung jawab kami. Kami tidak ingin hanya memakai air. Kami ingin menjaganya. Kami ingin mengembalikannya ke bumi.

Menabung Air bukan sekadar program. Ini gerakan. Ini visi jangka panjang.
Karena kita percaya: air harus dijaga, dari generasi ke generasi.

Bobby Wibowo

Inisiator Menabung Air
CEO Maesa Group

Mereka yang Menggerakkan

Salam lestari,

Masalah air bukan lagi ancaman masa depan—ia telah hadir di hadapan kita. Setiap tahun, lebih dari 2,5 juta warga Indonesia terdampak banjir, dan 1,8 juta lainnya kesulitan mendapatkan air bersih di musim kemarau. Kondisi ini menunjukkan bahwa kita tidak sekadar kekurangan air, namun kekurangan upaya kolektif untuk mengelolanya dengan bijak.

Menabung Air Foundation berkomitmen menjadi bagian dari solusi. Melalui pendekatan edukatif dan aksi nyata penerapan lubang resapan biopori (LRB), kami mendorong masyarakat untuk mengembalikan air ke dalam tanah, bukan membiarkannya mengalir sia-sia di permukaan yang tertutup beton dan aspal.

Sejak Maret 2025 setelah yayasan ini diresmikan, gerakan ini telah menjangkau lebih dari 36.548 individu, menerapkan 5.597 lebih Lubang Resapan Biopori (LRB), melibatkan 161 sekolah, serta menjalin kemitraan dengan berbagai pihak di 16 kabupaten/kota. Kami percaya bahwa perubahan dimulai dari komunitas—dari desa, sekolah, rumah, dan dari niat baik setiap individu.

Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya pemangku kepentingan baik di tingkat lokal maupun nasional, untuk turut serta dalam gerakan ini. Mari kita wariskan bumi yang lebih lestari, dengan air yang cukup untuk generasi mendatang.

Yulia Ayu Srikanthi

Chair of The Saving Water Foundation

Advisor Yayasan

Apa yang Sudah Kami Lakukan

Setiap tangan yang menanam lubang biopori adalah langkah nyata untuk menyelamatkan masa depan air Indonesia. Hingga Juni 2025, gerakan ini terus berlangsung.

Kota Aktif
0 +
Sekolah Teredukasi
0 +
Lubang biopori
0 +
Masyarakat
0 +

Partner #MenabungAir

Kolaborasi dengan berbagai pihak memungkinkan kami memperluas dampak positif. Kami terus berupaya membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah, swasta, sekolah dan organisasi sejenis.

Corporate

Universitas

Pemerintah